Kepatuhan, Tenggang Rasa, dan Literasi adalah Kunci Jepang Tangani Pandemi Covid-19

image

“Kepatuhan, tenggang rasa, dan tingkat literasi yang tinggi rakyat Jepang adalah kunci pemerintah Jepang dalam menangani pandemi global Covid-19. Dan perilaku ini sudah terpelihara sejak ribuan tahun lamanya terutama sejak dikeluarkannya Undang-undang 17 Pasal oleh Pangeran Shotoku pada tahun 604”. Demikian ungkap Antonius R. Pujo Purnomo, Ph.D, salah satu dosen Prodi Studi Kejepangan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga pada acara Seminar Daring yang diselenggarakan oleh Prodi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara

Acara yang digelar pada hari Sabtu, 25 Juli 2020 jam 14:00-16:00 WIB melalui ZOOM ini mengambil tema “ Pandemi Global Covid-19: Perspektif Bahasa dan Budaya Jepang” dan dikuti kurang lebih 100 peserta yang terdaftar. Sementara itu, peserta yang tidak terdaftar juga dapat mengikuti siaran langsung di kanal You Tube yang disediakan oleh panitia. Dalam acara ini, panitia juga mengundang pembicara lain dari Universitas Indonesia ( Susi Ong, Ph. D.) dan mahasiswa Program Doktoral Ritsumeikan University Japan (Fitriana Puspita Dewi, Ph. D. Cand.).

 

Selanjutnya, dosen yang akrab dipanggil Anton-sensei ini menegaskan bahwa selain dapat dijadikan sebagai ajang saling berbagi informasi di kalangan para dosen dan peneliti studi Kejepangan di Indonesia, melalui acara ini kita dapat belajar banyak dari pengalaman bangsa Jepang dalam menghadapi pandemi dan hidup berdampingan dengan Covid-19.