Short-term Content-base International Program (SCIP) 2019

image

Sekelompok mahasiswa asing belajar mencanting di gazebo Fakultas Ilmu Budaya, kemudian bersama-sama mengunjungi pusat pelatihan batik di perkampungan Dolly. Pelajaran membatik mereka; filosofi, teori dan latihan dasar membatiknya, memang tak jauh berbeda dengan tempat lain. Akan tetapi, yang membuat nilai lebih adalah lokasi dan tujuan pusat pelatihan tersebut.
Banyak di antara mereka yang terharu sekaligus berbangga hati mendengar kisah bagaimana pendekatan Pemkot Surabaya memikirkan alternatif pekerjaan bagi para warga yang terdampak penutupan lokalisasi. Menutup lokalisasi itu mudah. Membuatnya tidak buka kembali tapi tetap bisa memutar roda ekonomi, itu yang susah! Pasca ditutupnya lokalisasi, warga terdampak Dolly diberikan pelatihan beberapa ketrampilan, salah satunya membatik. Semua biaya dan modal pertama gratis ditanggung Pemkot dengan syarat minimal harus menghasilkan 1 produk.

Sepenggal kisah di atas adalah bagian dari rangkaian Short-term Content-base International Program (SCIP) 2019 yang diikuti oleh mahasiswa Iwate University Jepang, di samping kunjungan bersama mahasiswa UNAIR ke museum Trowulan Mojokerto. Program ini merupakan program kuliah musim panas dengan tema yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para pelajar asing dari luar negeri setiap tahunnya. Tahun 2019, SCIP yang digagas oleh Prodi Studi Kejepangan Universitas Airlangga ini berlangsung selama seminggu pada awal bulan September dan mengangkat tema warisan budaya Jawa Timur.

Kuliah musim panas ini tidak hanya mengenalkan budaya Indonesia secara umum, tetapi juga mengaitkannya dengan permasalahan urban di kota Surabaya. Dalam program ini mahasiswa dari kedua universitas mempunyai kesempatan untuk mempelajari sejarah kerajaan dan kesenian di Indonesia dengan mengunjungi situs-situs bersejarah, sekaligus menambah teman sembari mengasah kemampuan presentasi dan berdiskusi dalam bahasa asing.